Nathaniela Pavita

My Niece, 4 years old

Masjid Agung Al Hurriyyah Cicurug Sukabumi

Digagas Sejak 1942, dapat memuat 1.500 Jamaah. Merupakan pusat kegiatan agama islam di Cicurug Sukabumi

Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Love this Quote : "Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun... daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya" - Tere-Liye

Firework

I Love this lyric from Katy Perry : " Maybe you're reason why all the doors are closed, So you could open one that leads you to the perfect road, Like a lightning bolt, your heart will blow, And when it's time, you'll know

Flowers

"Love is the answer, and you know that for sure; Love is a flower, you've got to let it grow." - John Lennon

Tampilkan postingan dengan label Book Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Book Review. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 September 2012

Rembulan Tenggelam di Wajahmu


Rembulan Tenggelam di Wajahmu

 " Lima pertanyaan itu terjawab dengan ceceran kisah yang tak ia ketahui. "



Judul : Rembulan Tenggelam di Wajahmu

Pengarang : Tere-liye
Jenis : Fiksi
Kolasi : iv+427 halaman; 14 x 20 cm
Penerbit : Republika
Harga : Rp60.000.00

Sinopsis

"Tutup mata kita. Tutup pikiran kita dari carut-marut kehidupan. Mari berpikir takjim sejenak. Bayangkan saat ini ada satu malaikat bersayap indah datang kepada kita, lantas lembut berkata, 'Aku memberikan kau kesempatan hebat. Lima kesempatan untuk bertanya tentang rahasia kehidupan, dan aku akan menjawabnya langsung sekarang. Lima pertanyaan. Apakah pertanyaan pertamamu?'... " 

Sebuah novel yang menceritakan Ray, sebagai tokoh utama yang telah mencapai umur terakhirnya, sakit terkapar di atas ranjang. Kisah yang menuturkan kisah flashback hidupnya, di bimbing oleh seorang  yang berwajah cerah dan menyenangkan, sebelum ia menemui ajal.
 
Dalam perjalanannya kembali menelusuri kehidupannya sejak dilahirkan hingga ia menjadi tumbuh dewasa dan seperti asalnya, tergeletak sakit di atas ranjang. Seorang Ray, menemukan banyak ceceran kisah yang tidak ia ketahui, kisah - kisah yang sangat berkaitan dengan hidupnya.

Ya, dalam bimbingan seorang wajah menyenangkan inilah akhirnya ia mengetahui jawaban dari lima pertanyaan dalam hidupnya, Apakah cinta itu? Apakah hidup ini adil? Apakah kaya adalah segalanya? Apakah kita memiliki pilihan dalam hidup? Apakah makna kehilangan?
Lima pertanyaan itu terjawab dengan ceceran kisah yang tak ia ketahui.

========

Novel ini sungguh sangat penuh dengan makna kehidupan yang tak pernah kita sadari, yah hidup ini memang sungguh penuh dengan misteri. Saya sampai terharu membacanya, ini fiksi, namun terasa sangat nyata, gaya bahasa Tere-Liye selalu mampu membawa kita seakan ada dalam ceritanya.

Dari 5 pertanyaan yang Ray selalu tanyakan, sedikit kesimpulan dari jawaban-jawaban seseorang dengan wajah menyenangkan itu akan saya uraikan.

Pertanyaan Pertama : Apakah kita memiliki pilihan hidup ?

Kita memang memiliki pilihan dalam hidup, hanya saja, semuanya tidak dapat menyalahi takdir yang telah tergoreskan. Itu semua sudah menjadi ketentuan. Bagi manusia, hidup ini adalah sebab akibat yang membentuk peta dengan ukuran raksasa. Kehidupanmu menyebabkan perubahan garis kehidupan orang lain, kehidupan orang lain mengakibatkan perubahan garis kehidupan orang lainnya, kemudian entah siklus pada keberapa kembali lagi ke garis kehidupanmu.

Pertanyaan Kedua :  Apakah hidup ini adil?

Ya, hidup ini sangatlah adil, namun terkadang manusia secara disadari atau tidak sering kali menyalahkan orang lain atas nasib buruk yang menimpamu, padahal itu tidak seharusnya dilakukan. Keadilan mengambil berjuta bentuk, bahkan orang-orang terpilih sekalipun terkadang lalai untuk mengenali bentuk-bentuk keadilan itu, karena kita selalu berusaha mengenalinya dari sisi yang kasat mata. Lantas dengan tidak mengenalinya kemudian kau dapat mengatakan bahwa Tuhan dan hidup ini tidak adil?

Sayang sekali kita selalu menurutkan perasaan dalam urusan ini. Kita selalu berprasangka buruk dan membiarkan hati menduga-duga dan mulai menyalahkan, mengutuk semuanya kemudian dengan teganya menjadikan kesalahan orang lain sebagai pembenaran atas tingkah laku keliru kita.

Keadilan akan datang pada waktunya, pembalasan hari akhir itu nyata.

Pertanyaan Ketiga : Apakah Makna Kehilangan?

Apapun bentuk kehilangan itu, ketahuilah cara terbaik untuk memahaminya adalah selalu dari sisi yang pergi, bukan dari sisi yang ditinggalkan. 

Kalau kau memaksakan diri memahaminya dari sisimu, maka kau akan mengutuk Tuhan, hanya mengembalikan kenangan masa-masa gelap itu. Bertanya apakah belum cukup semua penderitaan yang kau alami.

Seseorang yang memiliki tujuan hidup, maka baginya tidak akan ada pertanyaan tentang kenapa Tuhan selalu mengambil sesuatu yang menyenangkan darinya, kenapa dia harus dilemparkan lagi ke kesedihan. Baginya semua proses yang ia alami, baik menyakitkan maupun menyedihkan, semuanya untuk menjemput tujuan itu.

Pertanyaan Keempat : Apakah kaya adalah segalanya?

Orang-orang yang mencintai dunia tidak akan pernah merasa puas. Tapi orang-orang bijak, orang-orang yang berhasil menghaluskan hatinyaa secemerlang mungkin, membuat hatinya bagai cermin, maka dia bisa merasakan kebahagiaan melebihi orang terkaya sekalipun.

Orang-orang yang keterlaluan mencintai dunia, tetap tidak akan pernah menemukan jawaban dari dunia

Pertanyaan Kelima : Apakah cinta itu?

Mencintai adalah bersyukur
Ketika kau merasa hidupmu menyakitkan dan merasa muak dengan semua penderitaan, maka itu saatnya kau harus melihat ke atas, pasti ada kabar baik untukmu, janji-janji masa depan. Dan sebalikan ketika kau merasa hidupmu menyenangkan dan selalu merasa kurang dengan semua kesenangan maka itulah saatnya kau harus melihat ke bawah, pasti ada yang lebih tidak beruntung darimu. Hanya sesederhana itu. Dengan begitu, kau akan selalu pandai bersyukur.

Novel yang bisa menyentuh dan menyadarkan hati ini, bawa hidup ini indah dah sederhana.

Kamis, 15 Desember 2011

Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

"Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun... daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya"



Judul : Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Pengarang : Tere-liye
Jenis : Fiksi
Kolasi : 256 halaman; 20 cm
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Harga : Rp32.000.00

SINOPSIS


"Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji masa depan yang lebih baik.


Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekali pun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini.

Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas. Maafkan aku, Ibu. Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua.

Sekarang, ketika aku tahu dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah... 

Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun... daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya."

=======

Cerita novel ini sih sebenernya standar aja tentang seorang gadis miskin yang kemudian ditolong oleh seorang pria dewasa yang kemudian mengubah kehidupannya hingga akhirnya gadis itu bisa mencapai cita-citanya dan kemudian mereka saling jatuh cinta namun saling menutupi perasaan mereka masing-masing.

Tapi yang membuat novel ini menjadi sangat menarik adalah gaya bahasa yang digunakan oleh penulis (Tere-Liye), membuat kita bisa terbawa dengan perasaan dan menyentuh hati.

Percaya atau tidak, sayapun sampai (sedikit) meneteskan air mata :p. Habis ceritanya sedih banget sih huhuuuuu..

Katanya sih bakal ada lagi lanjutan dari novel ini, judulnya ada pohon Lindennya gitu deh, aduh saya lupa, nanti kalo bukunya sudah terbit, pasti akan saya baca sampai selesai dan kemudian akan saya update lagi disini.





Rabu, 14 Desember 2011

Seri Kedua "The Lorien Legacies" : The Power of Six



Judul : The Power of Six

Judul Serial : Lorien Legacy

Pengarang : Pittacus Lore

Jenis : Fiksi
Kolasi : 427 + 102 halaman; 21 cm
Penerbit : Mizan Fantasi
Harga : Rp65.000

Sinopsis

"Aku melihatnya di berita. Mengikuti kisahnya sejak apa yang terjadi di Ohio. John Smith ada di luar sana, dalam pelarian …. Bagi dunia dia adalah misteri; teroris internasional yang berbahaya. Tapi bagiku, dia salah satu dari kami.

Sembilan orang yang datang, tapi kadang aku berpikir apakah waktu sudah mengubah kami? Masihkah kami percaya pada misi yang dipercayakan kepada kami? Bagaimana aku bisa yakin? Kini, kami tinggal berenam. Sembunyi, tidak saling kontak .…

Namun, Pusaka kami bermunculan, dan tak lama lagi kami siap untuk bertempur. Apakah John Smith, si Nomor Empat dan kemunculannya adalah pertanda yang kutunggu selama ini? Bagaimana dengan Nomor Lima dan Enam? Mungkinkah salah satu diantaranya adalah gadis berambut hitam dengan mata berbadai yang muncul dalam mimpiku? Gadis dengan kekuatan yang tak terbayangkan? Gadis yang mungkin cukup kuat untuk menyatukan kami berenam?

Mereka menangkap Nomor Satu di Malaysia.
Nomor Dua di Inggris.
Dan Nomor Tiga di Kenya.
Mereka mencoba menangkap Nomor Empat di Ohio—dan gagal.
Aku Nomor Tujuh. Satu dari enam yang masih bertahan.
Dan aku siap bertempur."

===================================================


Akhirnya selesai juga baca buku ini... seruuu bangett loh :p
Banyak hal-hal yang ga terduga terjadi dalam lanjutan kisahnya. Apa aja? Banyaaakk loh

Sepertinya nomor enam jatuh cinta pada John, tapi John tetap saja memikirkan Sarah. oh iya 
Sarah, kekasih John entah karna apa melaporkan keberadaan John pada phak berwenang, jelas saja John tertangkap, sebab dia kan dituduh sebagai seorang teroris.

Ada Garde perempuan yang tinggal di sebuah asrama, tapi sayang cepannya tidak pernah mengasah kemampuannya karena cepan itu sudah menjadi seorang biarawati yang mengabdikan hidupnya pada Tuhan, sehingga ia tidak memikirkan misinya dikirim ke bumi adalah untuk menjaga garde. Tapi akhirnya mereka bertemu dengan seorang anak kecil yang ternyata punya kekuatan seperti mereka. Siapakah dia? Ternyata diapun berasal dari planet Lorien.

Heii tau ga? Awalnya kan diceritakan ada 9 Garde yang dipindahkan ke bumi, ternyata ada 1 garde lagi, dia perempuan. Perempuan kecil, hmm ntahlah dia kecil atau sudah dewasa, sebab dia ini memiliki kekuatan bisa berubah menjadi dewasa bahkan sebaliknya. Mau tau siapa dia?

Dalam novel kedua ini, ada bonusnya loh beberapa bab, jdulnya The Lost File, mau tau apa isinya?

Makanya buruan deh baca selengkapnya novel kelanjutan dari kisah planet Lorien ini, soalnya akhir tahun 2012 akan ada seri ketiganya loh yang judulnya "The Rise of Nine".

 

Seri Pertama "The Lorien Legacies" : I am Number Four

I am Number Four 
Pertempuran Si Nomor Empat 


Judul : I am Number Four
Judul Seerial : Lorien Legacy
Pengarang : Pittacus Lore
Jenis : Fiksi
Kolasi : 493 halaman; 21 cm
Penerbit : Mizan Fantasi
Harga : Rp59.000



Sinopsis

" Kami ada di antara kalian, 
di kota kalian, 
menjadi tetangga kalian, tersamar. 
Menunggu hari, saat kami saling bertemu, untuk bertempur terakhir kalinya.
Bila kami menang, kalian akan terselamatkan.
Bila kami kalah, semua akan musnah. 

Sepuluh tahun lalu, sembilan anak dilarikan dari planet Lorien yang hancur karena perang. Masing-masing anak itu disembunyikan di berbagai tempat di bumi agar terhindar dari musuh bebuyutan mereka yang kejam, Kaum Mogadorian. Kini satu persatu anak itu terbunuh, sesuai urutan nomornya. Satu. Dua. Tiga. Dan John Smith adalah Nomor Empat. Namun, John Smith sudah lelah berlari. Di Paradise, Ohio, dia menemukan teman baik dan cintanya. Untuk pertama kalinya ada seorang sahabat, Sam, yang mau menerima ia apa adanya. Dan Sarah, tambatan hatinya. Sarah, yang membuat John mendapatkan kekuatan untuk berjuang dan tak hanya pasrah menjadi buruan. John tak ingin lagi lari, dia akan melawan. Namun untuk melawan ia harus mengembangkan kekuatannya, Pusaka Lorien, atau Mogadorian akan membantainya. Berhasilkah John mengalahkan kaum Mogadorian? Ataukah John harus hidup diburu, selamanya? Ikuti kisah heroik pelarian Planet Lorien yang diklaim sebagai The Next Twilight Saga ini! Pittacus Lore adalah Tetua penguasa Planet Lorien. Selama dua belas tahun terakhir dia tinggal di Bumi, mempersiapkan pertempuran yang akan menentukan nasib Bumi. Keberadaannya hingga kini belum diketahui."


=======

Nah begitulah kira-kira review tentang buku pertama serial Lorien Legacies karya Pittacus Lore yang berjudul I am Number Four ini. Saya baca sampai selesai dalam waktu yang cukup lama, hmm sekitar 10 hari lah  :o  Biasalah kalo udah jadi wanita karir ga bisa cepet nyelesein baca buku yang memiliki tebal 493 halaman, :o tapi akhirnya selesai juga, ceritanya sangat menarik hihiihih apalagi untuk saya yang tidak suka dengan buku terjemahan, makanya perlu diketahui kalo ini adalah novel terjemahan pertama yang saya baca sampai selesai :D


Alurnya asik dan lagi pemilihan kalimat hasil terjemahannya tuh ga bikin pusing pas kita baca (ada kan tuh buku-buku terjemahan yang jadinya rancu pas kita baca). Pokoknya bab per bab-nya tuh bikin penasaran apa yang akan terjadi di bab selanjutnya, jadi kalo bacanya ditunda-tunda kurang asik, ketegangannya ga dapet #eeaaa

Tapi sayangnya saya ga sempet nonton filmnya di bioskop, alias cuma nonton dari laptop :D
Ternyata lebih seru baca bukunya ketimbang nonton filmya, lebih menegangkan soalnya kalo baca buku kita bisa berangan-angan betapa mengerikannya wajah para mogadorian. Terus lagi pemain-pemainnya kurang greget, ga kayak yang dibayangkan saat baca buku.

Nah sekarang saya baru mau mulai baca seri keduanya, judulnya "The Power of Six", kayaknya nih ceritanya makin seru deh :D

Makin penasaran deh pengen tau apa yang akan terjadi sama John, apa akan bisa terus hidup tanpa cepannya atau apakah justru ia akan mati ditangan para mogadorian?
Akankah ia menemukan no 5, 6, 7, 8 dan 9?
Ah benar-benar penasaran!