Nathaniela Pavita

My Niece, 4 years old

Masjid Agung Al Hurriyyah Cicurug Sukabumi

Digagas Sejak 1942, dapat memuat 1.500 Jamaah. Merupakan pusat kegiatan agama islam di Cicurug Sukabumi

Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Love this Quote : "Biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun... daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya" - Tere-Liye

Firework

I Love this lyric from Katy Perry : " Maybe you're reason why all the doors are closed, So you could open one that leads you to the perfect road, Like a lightning bolt, your heart will blow, And when it's time, you'll know

Flowers

"Love is the answer, and you know that for sure; Love is a flower, you've got to let it grow." - John Lennon

Tampilkan postingan dengan label lainnya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lainnya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Desember 2012

Sepenggal Kisah Dikala Hujan : Hanya Lewat Telepon

Setiap hujan punya cerita, dari cerita bahagia yang menjadi tawa hingga cerita duka yang menjadi lara. Dan apa yang pernah kau alami kala hujan?

http://rishapratiwi.files.wordpress.com
Masih kuingat hari itu, hari yang sangat tak pernah kuduga, hari yang cerah di musim penghujan. Hari itu aku dan dia sudah berjanji akan berjumpa kala malam tiba, hari itu hari Rabu. 

Siapa dia? Dia adalah seseorang yang dewasa, yang menyenangkan dan senantiasa menghilangkan kegalauanku. Dia seperti sosok seorang kakak laki-laki yang kuiingini. Yah sebab aku tak punya kakak laki-laki, maka aku selalu berangan punya kakak laki-laki. Dan tiba-tiba aku mengenalnya, sangat tiba-tiba, entah dari mana.

Ketika malam hampir tiba, datanglah hujan dengan cukup derasnya dan hujan itu seakan menjadi pengacau rencanaku dan juga janji pertemuanku dengannya. Haahhh... dan aku merasa kesal karena hujan.

Malam pun tiba, akhirnya kuterima sebuah pesan singkat darinya menanyakan kepastian janji perjumpaan itu, dan kukatakan betapa ingin kutemui dia tapi apa daya, derasnya hujan malam itu seakan tak merestui perjumpaan kami. 

Jam 8 malam, suara ponselku berbunyi tanda panggilan masuk. Saat kulihat, ternyata itu panggilan masuk darinya. Langsung kuangkat dengan malas karena saat itu aku masih kesal dengan hujan yang seakan tak ingin kami berjumpa.

"Halo...", katanya
"Halo...", malas-malas aku menjawab.
"Kenapa kok kayak bete gitu sih, jangan bete donk?" tanyanya
"Ngga kok, biasa aja, cuma kesel deh dari siang padahal cerah, eh sekarang malah ujan gede" jawabku
....
....

Awalnya memang malas-malas aku menerima teleponnya, tapi kemudian dia mampu membuat rasa malasku itu menjadi sebuah hal yang menarik untuk terus mendengarkan suaranya. Dan tidak ada pertemuan antara aku dan dia malam itu, semua karena hujan. Kami akhirnya hanya mengobrol saja via telepon, hingga ia bercerita banyak hal yang membuatku cukup terharu dan jujur saja meneteskan air mata. Yaa kala itu kami mengobrol cukup lama hampir satu setengah jam atau bahkan lebih, aku lupa saking asiknya. 

Hingga kemudian entah kenapa tiba-tiba kata-katanya menjurus pada pengungkapan perasaannya padaku. Dia tak henti mengurai perasaannya, semakin lama kata-katanya semakin menyentuh hatiku, tak kusangka kudapati air mataku mengalir, membahasi wajah yang selalu ingin ia lihat tersenyum, tapi tangisku kini bukan tangis sedih atau kecewa, ini sebuah tangis keharuan, tangis bahagiaku yang tak pernah mendengar kata-kata seindah itu dari seseorang yang bahkan diiringi oleh alunan musik merdu dari ponselnya (Kerispatih - Lagu Rindu) makin menambah keharuan di hatiku.

Sampai kala itu aku tak sanggup tuk berkata-kata, tak sanggup tuk menjawab setiap kata-kata yang dia ucapkan. Dalam haru itu tersimpan keraguanku dalam setiap ucapannya, aku tak begitu yakin akan semua kata-katanya, aku tak dapat melihat sorot matanya, tak dapat melihat ekspresi kejujuran darinya. Keraguanku makin berkecamuk, tat kala kuingat dia yang begitu seringnya mengingat masa lalunya, membicarakan hal indah dari sahabat-sahabat wanitanya yang jujur kuakui ku tak suka mendengarnya. Ku tak suka kala dia membahas kisah lalunya itu, ku tak suka kala ku dengar dia begitu meninggikan sahabat-sahabat wanitanya. Tapi bagaimanapun aku tak boleh egois, aku tak dapat merebut perhatiannya dari sahabat-sahabatnya itu. Aku orang baru dalam kehidupannya, aku hanya bisa berharap ia jujur dengan semua kata-katanya yang disaksikan oleh malam dan derasnya hujan.

Hah bingung aku harus menjawab apa, ketika ia bertanya apakah mau aku untuk menjadi pendampingnya, menjalani hari-hari bersamanya dan menjalin komitmen dengannya? Oh Tuhan... berilah aku jawaban.

Lama aku tak bicara waktu itu dan ia malah menertawakanku, dia menggodaku. Aahh makin malu aku, tapi entah ada angin apa hingga tiba-tiba aku berkata "Ya, aku mau jadi pendampingmu, menjalani hari-hari bersamamu dan berkomitmen denganmu".

Yupss... setelah itu kami hanya mengobrol santai, sangat santai hingga akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri obrolan via telepon itu. Kupikir-pikir gila memang, belum lama kenal, belum tahu bagaimana ia. Itu masalah hati, itu masalah perasaan, tanpa logika (seperti kata Agnes Monica) :D.

Hujan, terkadang ia menjadi tawa tapi kadang hujan pun menjadi sesuatu yang sangat menyebalkan. Yah hujan akan sangat membahagiakan bila kita melewatinya dengan mereka-mereka yang menyenangkan, sedangkan akan menjadi sangat menyebalkan bila hujan menghancurkan hari yang telah direncakan. 
Dan entah kenapa, bagiku hujan seperti punya jiwa.


bersambung...
*sampai ide yang lain muncul

Kamis, 20 September 2012

Opini : Masalah Anak Nakal, Jadi Salah Siapa?


Hmmmm.... 
Anak Nakal salah siapa? Salah gw? Salah temen-temen gw?
(begitulah kalo kata anak-anak ABG),, eh ngga loh, istilah itu udah ga ada sekarang, udah berganti Ciyuuss,, Miapah,,??
Aduh tapi it's not good, bukan untuk dibahas sekarang, kita tunggu session selanjutnya buat bahas istilah  A to the Lay ALAY.

Kembali ke Laptop!
Tadi sempet buka salah satu grup di facebook, disitu lagi ngebahas soal foto anak sekolah (ga tau anak sekolah atau bukan yang pasti dia pake seragam) terus digiring ke kantor polisi gara-gara ribut (tawuran) dan kedapatan membawa senjata tajam.

Disitu banyak orang (tua) yang mengomentari foto tersebut, dan dibaca-baca sebagian besar menyalahkan si anak tersebut. Apa benar jika anak nakal itu kesalahan dirinya sendiri? Atau mungkinkah kesalahan pola asuh dan pola didik dari orang tua dan gurunya? 

Kalo saya punya opini sih yah, mungkin kenalan anak tersebut dipicu oleh beberapa faktor, diantaranya faktor keluarga, sekolah dan lingkungan pergaulannya.

Jika ada anak yang memiliki tingkat kenalan semacam ini, katanya akibat kesalahan dalam pola didik orang tuanya yang tidak pernah memberikan keteladanan secara perilaku. Terkadang orang tua hanya menganggap bahwa yang terpenting adalah bagaimana caranya agar bisa memberikan fasilitas (materi) yang terbaik bagi anaknya agar bisa hidup layak, padahal mereka lupa bahwa anak itu butuh interaksi dan bimbingan dari orang tuanya yang nantinya akan membentuk pola pikir dan kebiasaan anak tersebut.

Selain itu di sekolah pun, terkadang seorang guru pada saat memberikan pendidikan pada muridnya, beliau secara sadar atau tidak hanya bertujuan pada penyampaian/penuntasan materi pelajaran saja. Para guru tersebut lupa bahwa anak juga butuh didikan akhlaq yang baik, butuh tauladan yang indah.

Dalam berinteraksi di lingkungan luar rumah dan sekolahpun si anak harus tetap mendapatkan bimbingan jangan sampai apa yang telah diajarkan di rumah dan di sekolah menjadi tidak berarti karena pergaulan yang tidak cukup baik di luar. 

Sejatinya anak adalah titipan yang harus orangtua pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT, maka dari itu mari kita didik anak-anak kita untuk menjadi anak yang sholeh dan sholeha, yang akan selalu mendoakan orang tuanya dan meringankan orang tuanya di hari akhir.

Aaamiin 

Senin, 10 September 2012

Rumput Tetangga Tidak Selalu Lebih Hijau

Ternyata setelah dipikir-pikir, hidup gue itu penuh dengan kebebasan.

Bener banget, gue ngerasa bebas untuk memilih segala apa yang gue mau (yaa meskipun harus mengikuti pilihan yang ada  hahaha :D)


Hmmm.. misalnya aja gue bebas tuh milih mau sekolah dimana, bebas milih temen main, bebas juga ngambil ekskul di sekolah. Terus gue juga bebas nentuin mau kerja dimana dan kuliah dimana (meskipun dengan keterbatasan dana :p). Hahaha tapi gue bangga aja tuh soalnya itu semua dari hasil kerja keras gue sendiri dengan bantuan doa dan semangat dari keluarga tercita :*


Meskipun bebas dalam keterbatasan, no offense loh tapi gue ngerasa lebih beruntung dari mereka-mereka yang dari segi materi tidak terbatas, tapi musti ngikutin semua keinginan orang tua. Musti nurutin buat kuliah disana lah, bertemen sama siapalah, ambil program studi ini, musti ikut kursus macem-macem, musti nerusin usaha keluarga, musti bla bla bla... dan lebRumih parahnya kalo mau married pun musti ngikutin pilihan orang tua #Jleb


Gue sih ga mau kalo hidup tanpa kebebasan buat memilih kayak gitu. Orang tua memang yang memfasilitasi kita dan ingin yang terbaik buat kita. Tapi kalo kita terus-terusan dipilihin kayak gitu, kapan donk kita bisa menggunakan 'Hak Pilih' kita? Kapan donk kita bakal ngerasain bangga ketika pilihan kita bener dan ngerasa nyesel kalo pilihan kita ternyata salah kemudian ngambil hikmah dari kesalahan itu?

Tapi gak sedikit juga sih orang sukses karena arahan dan pilihan dari orang tuanya itu... Yaaa itu semua tergantung dari kita yang menjalani. Gue mikir kayak gitu karena gue ga tau rasanya dan bukannya gue mau menyungging orang lain loh, gue cuma mau berbagi aja sama kalian semua bahwa hidup itu antara pilihan dan resiko. Gue jadi orang yang bebas tapi terbatas, sedangkan mereka terbatas tapi berfasilitas. Dua-duanya ada positifnya juga ada resikonya, dan itulah hidup, kembali lagi kita untuk memilih bagaimana kehidupan itu akan kita jalani.


Apakah kalian juga punya cerita dan berpendapat sama kayak gue?

Yang pasti gue ngerasa bersyukur banget dengan kehidupan bebas terbatas gue ini :D
dan 'Rumput Tetangga' tidak selamanya lebih hijau \O/


Rabu, 14 Desember 2011

Gombal Singkat Tapi maut

Apapun makananya, yang penting cuci mulutnya senyum kamu.

Selamet ya, kamu udah sukses jadi cover buku berjudul "masa depan aku"

Aku akan bahagia kalau sudah membukukan hubungan kita di catatan sipil.

Ngapain sih belajar reaksi kimia, mending belajar reaksi kamu pas aku nyatain cinta.

Kamu itu syarat utama dapetin buku nikah

Aku rela setiap hari ke sekolah asal belajarnya bagaimana menjadi pacar kamu.

Di buku banyak banget photo pra sejarah.. terus kita kapan ya photo pra wedding?

Yuk neng, belajar ngurus rumah tangga bareng-bareng. 

Kamu mau bantuin aku belajar gak? | Belajar apa? | Belajar ngilangin senyum kamu di pikiran aku.

Koleksi buku di lemariku belum lengkap tanpa buku nikah sama kamu.

Salah satu alasan aku jomblo itu biar kamu pacarin

Neng, Indonesia aja bersatu, masak kita enggak?

Kalau kuliah butuh skripsi, kalo kita cuma perlu resepsi.

Persamaan kamu dan skripsi adalah skripsi itu tugas akhir, kamu pasangan terakhir.

Kamu itu kerjaannya apa sih, selain cantik?

Cintaku ke kamu tuh kayak skripsi, gak kelar-kelar.

Bang, truk aja bisa gandengan. Masa kita nggak?

Neng balap lari yuk? Finishnya di KUA yah.

Neng kamu sama deh kayak warteg, sederhana tapi berkualitas.

Maaf ya Neng, jalan menuju pintu hati abang udah ditutup. Ditutup untuk wanita lain selain kamu. 

Aku sudah siap kalo Senin harus bangun pagi, apalagi bangun rumah tangga sama kamu. 

Hari minggu itu weekend, tapi kalau cinta kita will never end.

Minggu ini memang sudah habis, tapi cantiknya kamu nggak habis-habis. 

Kalau kangen kamu ada lombanya, pasti aku yang juara satu deh

Gpp deh tiap malam Minggu sendirian, asal nanti malam pertama berdua bareng kamu.

Neng, kalo kamu jago menyanyi aku jago merajut, merajut masa depan sama kamu. 

ku tau kamu suka bulu tangkis.. tapi please jangan tangkis cintaku.

Kamu mau jadi pahlawanku gak? Selamatkan aku dulu dong dari status jomblo.

Dari 365 hari, satu hari untuk mengingat hari pahlawan, sisanya untukmu.

Cintaku ke kamu itu kayak berkas file di kantor. Bertumpuk tumpuk

Walau kantor kita terpisah lantai, kau di 34 aku di 1, cinta kita tetap di lantai hati yang sama

Cowo: Apa perbedaan solat sama perasaan aku ke kamu?

Cewe: apaan? Gatau ah!
Cowo: Kalo solat cuma lima waktu, kalo perasaan aku ke kamu, adanya setiap waktu *EdisiAnakSholeh

Kamu itu kaya Putaw. Dicobain sedikit bikin ketagihan, dan susah dilepas nya. Kalo ga ketemu kamu rada lama aja langsung panas dingin kaya orang sakaw *EdisiAnakSholehSebelumTaubat

Cowo: Semoga besok pas ujian bukan guru baik yang ngawasin aku
Cewe: emang kenapa? Kan enak!
Cowo: Soalnya aku mau nya kamu yang ngawasin aku *EdisiAnakSholehLagiSemesteran

Cowo: Kalo ga nyelesaiin skripsi, aku bisa jadi mahasiswa abadi ya di kampus ini?
Cewe: iya lah bego. Kaya aku dong besok udah wisuda
Cowo: Tapi kamu abadi kok
Cewe: kok abadi? Kan udah mau lulus?
Cowo: Bukan abadi di kampus, tapi abadi di hati dan pikiran aku *EdisiAnakKampus

Selasa, 13 Desember 2011

Tanda-tanda Kita Beneran Naksir si Dia


 Ngakunya sih kita biasa-biasa aja sama cowok tersebut. Alibinya, cuma teman, sekedar iseng, seperti “adik-kakak”, dan lain sebagainya. 






Tapi, apakah benar hal itu saja yang kita rasakan? Bisa jadi, kita justru sengaja menyangkal atau belum menyadari kalau kita memang suka. Untuk memastikannya, coba telusuri tanda-tanda naksir cowok, di bawah ini. 



  1. Di sekolah dan tempat les (atau lingkungan dimana biasanya ada cowok tersebut), mata kita selalu mencari-cari keberadaan dia. 
  2. Saat ada dia, entah mengapa kita merasa deg-degan.
  3. Kalau berdekatan dengannya, kita suka merasa kurang pede dan lebih ‘jaim’ dibanding biasanya. 
  4. Kita lebih banyak diam atau agak jutek ketika diajak ngobrol sama dia. Padahal, nggak ada masalah apa-apa. 
  5. Dalam sehari, kita pasti menyebut namanya. Atau, kita mendadak tertarik dengan segala pembicaraan yang menyangkut Si Dia. 
  6. Sangat peduli dengan anggapan cowok tersebut tentang diri kita. 
  7. Ketika melakukan hal ‘bodoh’ di depan Si Dia, malu-nya jadi terasa ‘dobel’. 
  8. We know (too) much about him. Makanan kesukannya, nilai-nilainya, keluarganya, warna favoritnya, dll. 
  9. Mood jadi bagus tiap kali bertemu, teleponan atau BBMan dengan dia.
  10. Hati “panas” tiap kali melihat cewek lain bergenit-genit dengannya. 
  11. Sering tiba-tiba kepikiran cowok tersebut. Kadang malah sampai terbawa mimpi.
  12. Saat dia senang, kita ikut happy. Sedangkan saat dia bete atau sedih, kita jadi khawatir banget.
  13. Kalau beberapa hari nggak ketemu sama dia, rasanya ada yang hilang.
  14. Rajin mengikuti update Twitter dan Facebook-nya. 
  15. Panik dan menyangkal habis-habisan saat ada yang bertanya apakah kita naksir sama cowok tersebut. 

Kalau kita sudah merasakan lebih dari lima poin di atas, hm... jangan-jangan kita memang sedang jatuh cinta? wow kk wow 

Senin, 04 April 2011

Emot Elo + Gue = ?

Udah tau kan emot-emot yang biasa dipake pengguna BB, sekarang lagiu nge-trend dipake di berbagai jejaring sosial, nah ini ane dapet dari forum sebelah, ane copas deh

hihihi lumayan buat koleksi :p


Copas aja kalo mau :o




Elo ┒('o'┒) gue (┎','┒) = best friend forever (/˘▽˘)/\(˘▼˘\)



┒('o'┒) LOE JOMBLO !! , (┌','┐) GUE NGGAK = ┒(⌣˛⌣)┎ Kasian deh loo !!

┒('o'┒) LO JOMBLO , (┌','┐) GUE JOMBLO = (~ˆ⌣ˆ)~ ~(ˆ⌣ˆ~) KITA SOHIB

┒('o'┒) ELO MU, (┎'o')┎ ELO BARCA = GUE TTP MADRID ƪ(♥•*⌣*•♥)ʃ

┒('o'┒) LO , (┌','┐) GUE = ┒(⌣˛⌣)┎ END !

Gue (┌','┐) suka (ʃ'o')ʃ gaya lo !

┌( '.' )┐ gue jomblo (┌'.')┌ lo punya pacar = (-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩___-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)​"

┒('o'┒) ELO JOMBLO (┌','┐) GUE JOMBLO = (┌'⌣')┌♥┐('⌣'┐) JADIAN YUUK!!

┒('o'┒) ELO + (┌','┐) GUE = ┒(^o^)┎ Jodooooohhhh └(˘.˘└) *αmiεn* └(˘.˘└) *αmiεn*

(┎'o')┎ kamu... (┎'o')┎ kamu... ┒('o'┒) kamu... lagi \(˘o˘)ʃ..

Eloh ┒('o'┒) bikin Guweh (┌','┐).. \(˘▽˘)/gak..(.o.)\gak..gak\(˘o˘)/kuat..(.o.)\ gak..gak..\(˘o˘)ʃ gak levell..

(┎'o'┒) gue naik kelas (┎'o')┎ lo naik kelas ┒(^o^)┎ kita semua naik kelas

┒('o'┒) Lo (┌' ,')┌ Dia ┒ (⌣˛⌣)┎ End = (┌' ,'┐) Gue ~(‾▿‾)~ Happy!

(┎'o')┎ LO + (┎'o'┒) GUE = LONGLAST \(´▽`)/

┌( '.' )┐ gue punya pacar (┌'.')┌ lo punya pacar = Yaudah ! Ahelah ! (¬_¬")

(┌'.')┌ lo baik sama gue = (┌','┐) gue bakal lebih baik sama lo ƪ(˘⌣˘)ʃ

Jumat, 19 November 2010

Tanda-tanda Anda Telah Kecanduan Facebook (Facebook Addict)

Bisa dibilang Facebook adalah salah satu situs jejaring sosial paling digemari saat ini. Situs buatan Mark Zuckerberg itu telah membius ratusan juta penggunanya di seluruh dunia. Penggunanya pun beragam, dari orang terkenal sampai ke orang-orang biasa dengan beragam usia, dari yang muda hingga yang tua.

Salah satu keistimewaan Facebook adalah cara menggunakannya yang sederhana dan mudah, sehingga banyak orang yang lebih tertarik untuk berlama-lama di facebook dibanding dengan situs jejaring sosial yang lain, apalagi kini tersedia akses gratis lewat media seluler untuk beberapa jenis operator lewat 0.faceook.com, maka "Tiada hari tanpa login Facebook," bisa jadi itu menjadi moto hidup bagi orang-orang yang telah kecanduan Facebook. Apakah Anda salah satunya?

Memang tidaklah salah kita bergabung di Facebook, asal kita bisa memanfaatkannya dengan baik, dan bisa mengendalikan diri agar jangan sampai Facebook menjadi candu yang dapat meracuni kita. Bagaimana ciri-ciri orang yang kecanduan Facebook?

  1. Setiap hari merasa HARUS login! Kalau sehari saja tidak login Facebook bagai sehari tanpa minum air.
  2. Sering-sering update status "sampah" alias status yang mubazir dan tanpa arah anytime, anywhere, anyhow.
  3. Update status facebook minimal 3x sehari pagi, siang dan malam.
  4. Membuang waktu berjam-jam hanya untuk melihat dan mengomentari status teman-temannya. Walaupun status dan komentarnya masuk kategori sampah.
  5. Rajin mengomentari status teman kamu. Dengan tujuan mereka balik berkomentar di status kamu tentunya.
  6. Memiliki kebiasaan mengklik "like pada status apapun tanpa melihat apakah makna status itu.
  7. Memiliki lebih dari 1000 temen di facebook
  8. Merasa Bahagia ketika ada yang komentar maupun ada yang memberi “like” pada komentar atau statusnya.
  9. Menyertakan link profile Facebook dimana -mana, kalau perlu di kartu nama.
  10. Mengadd teman sebanyak-banyaknya dan tak tanggung-tanggung kerjaanya hanya itu-itu saja setiap hari.
  11. Mengeset Facebook pada halaman homepage.
  12. Saat kamu membeli handphone, fitur utama yang harus ada di handphone itu adalah aplikasi facebook dan Opera Mini.
  13. Setiap kenalan dengan orang baru setelah mendapatkan nomor HP yang ditanyakan selanjutnya adalah akun facebook. "punya facebook ngga..?" 
  14. Semakin rajin melihat profile temen temen facebook kamu. Biar ada bahan buat komentar dan updet status terbaru
  15. Nggak mau ketinggalan upload foto foto narsis. Foto foto alay juga.Punya album foto minimal 10, dan sering banget gonta ganti avatar.
  16. Menjadi anggota lebih dari 10 grup di facebook. Biar semakin banyak di add jadi punya semakin banyak temen baru dan tentunya semakin terkenal layaknya selebritis.
  17. Mulai tertarik untuk bikin grup sendiri dan mengundang orang untuk menjadi anggota alias penggemar alias alais.
  18. Sering berdagang, eh bergadang sampai ketiduran di depan komputer atau tidur sambil megangin HP dengan aplikasi facebook masih menyala
  19. Sering bangun kesiangan karena tidur terlalu malam. Maklum facebookan ampe jam 3 pagi..!
  20. Ironisnya, hal pertama yang kamu lakukan setelah bangun kesiangan mengecek kembali akun facebook kamuyang semalam itu. Kemudian apdet status dengan tulisan "Duuggghhhh.., keciangan agy nieeeechh..!"
  21. Situasi yang paling  adalah saat listrik mati, sementara baterei hand phone kamu sedang koma alias sekarat. Bentar lagi mokad..! Yah, ngga bisa facebookan deh..!
  22. Kamu membaca tulisan ini sambil membuka facebook di tab baru. Itu kemungkinan pertama, kemungkinan ke dua kamu baru saja selesai apdet status dan mengomentari status temen kamu di facebook. Ngaku..!

Dan jangan lupa, bila Anda pengguna setia Facebook, sayangilah Facebook Anda agar terjaga dari serangan virus berbahaya yang makin merajalela....



Sabtu, 23 Oktober 2010

Kala Sebuah Keraguan Menyapa Hati Sang Mentari

Benarkah? Benarkah yang ia katakan?
Ragu, ragu dan ragu yang kini masih terus berkecamuk dalam hati dan pikiranku.

Ah... aku tak tahu, haruskah aku masih meragu pada setiap ucapannya yang selalu dapat menghiburku itu? Haruskah aku masih tetap meragukan setiap sorot matanya yang meneduhkan itu?
Harusnya akupun berpikir dalam-dalam saat keraguan datang menghampiriku, harusnya aku berpikir, benar-benar berpikir, apakah pernah tersirat dalam benaknya sebuah keraguan tentang diriku? Yaa... harusnya begitu, harusnya aku percaya padanya, agar diapun  menyimpan sebuah kepercayaan itu padaku, harusnya aku tak selalu mengucap kata ragu itu, yang seakan tak menghargai setiap hembusan nafas yang ia hembuskan demi meyakinkanku.

Kenapa ragu itu selalu datang menghampiriku? Apakah karena sang waktu yang masih belum lama menghinggapi? Apakah sang waktu membuat sang mentari selalu ragu? Apakah harus selalu sang waktu yang menjadi alasan?

Waktu?
Tapi bukankah sang mentari pernah berkata "Bukan Waktu yang menentukan perasaan tapi yang menentukan adalah perasaan itu sendiri"
Benar, bukan waktu yang menentukan, tapi perasaan, sampai kapan kita akan mengejar waktu, sedangkan waktu itu sendiri tak akan pernah terkejar oleh kita? Harusnya aku berpikir begitu, berpikir bahwa kita tak bisa mengejar waktu, semakin lama kita mengunggu waktu, makin banyak kesia-siaan yang akan kita dapati, semakin kita terus menunggu waktu dan tak pedulikan mereka yang slalu menunggu kita, maka mereka akan hilang dan menjauh bersama sang waktu yang tak pernah menghampiri kita. 

Berhentilah berpikir tentang waktu yang panjang wahai sang mentari, berpikirlah tentang hari ini, tentang apa yang akan kulakukan hari ini yang akan menentukan waktuku nanti, jangan terus berpikr tentang waktu yang nanti yang tak pernah kita tahu apa yang terjadi, lakukanlah hari ini, percayalah pada setiap kebaikan dan ketulusan di hari ini, Tetaplah percaya, hilangkan keraguan itu hari ini, termasuk segala keraguan padanya, sekalipun kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di waktu nanti.

Yang terpenting "Kau Jaga Slalu Hatimu"

Pendamping Impian

Inilah pendamping impian itu, pendamping hidup yang mungkin juga menjadi impian para wanita lainnya. Aku tak pernah tahu kapan aku akan mendapatkan dia. Aku hanya akan mencarinya tanpa memaksa untuk mendapatkannya.,karena ini hanya sebuah impian, karena dengan siapapun nantinya aku akan hidup aku akn bersyukur pada Tuhanku yang telah mengkaruniakannnya untukku.
Inilah impianku, semoga kutemui harapanku pada pendampingku kelak.

Bukan cowok borjuis yang dimodali bergepok uang oleh bokap-nyokap, bukan juga  lelaki tampan yang selalu memamerkan dada bidang dan otot kuat, padahal tak ada isi apapun dibalik tubuh kekar itu hanya seonggok daging keras berisi otot, yang mungkin justru otaknya tak berisi apapun, seakan-akan mereka terlalu sibuk merawat tubuh sehingga lupa memelihara otak. Bukan pula lelaki yang bagai guru, yang selalu mengajarkan banyak hal bagi muridnya yang belum tahu apa-apa..
ku butuhkan lelaki yang bisa menjagaku jika diperlukan, sekaligus memerlukanku untuk menjaganya., yang ku butuhkan adalah lelaki yang berani meminta bantuannya jika memang diperlukan, dan yang kubutuhkan adalah lelaki yang menganggap ku ada, lelaki yang berani dan mampu berbagi.
seperti dalam kutipan sebuah buku, seorang wanita menginginkan lelaki yang tak sempurna, sehingga dia bisa mengisi ketidaksempurnaan itu, agar dia punya arti di dalam hidup lelakinya itu, arti yang sama besar dengan keberadaan lelaki itu dalam hidupnya.  Hal-hal lain, serupa wajah tampan tubuh seksi atletis hanyalah ekstra bonus bukan prioritas utama baginya. 
Yah ternyata apa yang dia inginkan itu benar, jangan pernah kita mengharapkan seseorang yang sempurna untuk menjadi pendamping kita, tapi carilah yang tak sempurna agar kita bisa melengkapi ketidaksempurnaan itu. karena  andai kita sadari bahwa betapa indahnya ketika ketidaksempurnaan itu terlengkapi, terlengkapi oleh cinta terlengkapi oleh dua hati yang saling jujur dan percaya. Hati yang saling menghargai, hati yang selalu berbagi.
Berbahagialah bagi mereka yang telah menempuh fase itu dan bagi kita yang masih bermimpi mencapai fase tersebut berdoalah kelak dipertemukan dengan pendamping impian itu.
(Tapi ingat jangan memaksakan, terimalah apa adanya, syukuri apa yang telah Tuhan beri!)

*hasil baca buku pendamping impian

Jumat, 22 Oktober 2010

Kala Sang Mentari Mengegois

Egois, ya.. egoisku menyesakkan hatiku sendiri bahkan yang lebih parah egoisku ini membuat orang lain terbelenggu, ah betapa beraninya diri ini menyuruh dia melupakan sahabat-sahabat terbaiknya, padahal aku hanya orang baru yang menyentuh hidupnya, aku yang belum berarti apa-apa tapi sudah dengan beraninya menyuruh dia mengikuti keegoisanku yang bagai anak kecil ini.

Aaarrgghhh.. bodohnya aku ini, harusnya  aku bisa lebih dewasa menghadapi ini semua, harusnya aku bisa lebih menerima keadaannya, harusnya aku bisa mengerti dia dan kehidupannya, harusnya aku ikut larut dalam kehidupannya, harusnya akupun iku mengenal sahabat-sahabatnya, agar aku bisa tahu kenapa ia sampai selalu meninggikan sahabat-sahabatnya itu, bukannya malah mengharapkan agar ia tak melupakannya. Bodohnya aku, ketika ketakutan di masa lalu menghantuiku, ketakutan yang amat membelenggu orang lain, ketakutan bodoh yang tak masuk akal

Tapi aku tak menyangka semudah itu ia memaafkan kegoisanku ini? Yaa Tuhan, harusnya aku bersyukur pada-Mu telah kau karuniakan ia untuk sejenak mengisi hidupku. Sejenak? Entahlah, aku tak tahu apa sema ini hanya akn berjudul sejenak atau selamanya, yang psti Tuhan benar-benar memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.

Ia memang bukan pria idaman itu, tapi seperti yang pernah kukatakan dalam tulisanku sebelumnya, itu hanya impian tak perlu memaksa ketika kita mendaptkannya dan sekarang aku mengerti betapa Tuhan ingin yang terbaik untuk kita. Tuhan anugerahkan dirinya dalam kehidupanku, semoga ia adalah utusan Tuhan yang bisa membuatku lebih menghargai hidup, mendewasakanku dan segala pandanganku.



Jumat, 30 Juli 2010

Semua Tentang Cinta

Cinta adalah tema sentral yang tak pernah habis untuk dibicarakan, mungkin ada daya magis yang luar biasa dalam kata cinta ini, atau apakah karena cinta itu dirasakan oleh setiap jiwa yang bernyawa.
Entah berapa ribu bahkan jutaan kalimat-kalimat indah tentang cinta, tentang perasaan hati bisa diucapkan, direnungkan, dikhayalkana namun belum tentu bisa direalisasikan, disampaikan pada yang memang harus mendengarnya oleh yang ingin mengungkapkannya. 

Entahlah, cinta, hati dan perasaan memang aneh dan tapi tetap bisa diungkapkan dengan kata-kata mutiara cinta. Cinta itu memang membingungkan, membingungkan setiap yang merasakannya. Membuat setiap bibir yang hendak berucap tentang perasaan, tentang isi hatinya beku tak berdaya di hadapan orang yang ingin dia ungkapkan cinta.

Cinta adalah perasaan, cinta itu masalah hati, bukan hanya soal romantisme belaka. Cinta itu percaya cinta, cinta itu tulus dan cinta itu rela, rela memberi tanpa harus menerima balasan. Salah besar jika ada orang yang berkata cinta itu harus memberi dan menerima, ingat cinta hanya memberi, namun jika cintamu menerima maka itu adalah karunia Tuhan untukmu, atas usaha kerasmu mencintai cinta itu.

Cinta patut diungkap patut diurai bukan untuk dibungkam! Terserah dengan cara apa, dengan gaya apa perasaan cinta itu akan diurai, yang pasti cinta harus merdeka, cinta tak boleh dibelenggu. Cinta itu bagai burung yang harus terbang di alam bebas agar bisa menikmati indahnya kehidupan.

Cintapun terkadang mampu mendewasakan kepribadian seseorang, cinta mampu mengubah hati yang keras menjadi lunak, apalagi hati yang sudah lunak, mungkin akan semakin lembek. Cintapun mampu menyejukkan jiwa yang sedang gersang jiwa yang sedang dirundung amarah.

Dan bukan laut namanya jika airnya tidak berombak, bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka, bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merasa rindu dan cemburu. Cinta itu harus mau menerima resiko seburuk apapun, harus siap terluka, harus siap menerima kekalahan, karena sekali lagi cinta itu rela.

Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta juga seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri. Mengapa itu terjadi? Hanya hati yang bisa menjawab. Tapi sebenarnya ketika kita dicintai maka beruntunglah kita mendapatkan nikmat Tuhan.
 
Cinta tidak selalu bersama jodoh, tapi jodoh selalu bersama cinta.

Seperti layaknya sebuah pertanyaan, mana yang akan kamu pilih Cinta atau ketulusan?

Ketika aku menjawabnya, kupilih ketulusan. Karena bagiku dalam setiap ketulusan pasti ada cinta di dalamnya, tapi dalam cinta belum tentu ada ketulusan.

Berbahagialah bagi mereka yang, karena cinta akan mampu menambah warna-warni hati. Tapi berhati-hatilah pelihara cinta baik-baik jangan salah memperlakukan cinta, jangan sampai dimanusiakan oleh cinta.